Lagi Jadi Pelari Kalcer? Yuk Cari Tahu Gen Kamu Lebih Cocok Jadi Sprinter atau Marathoner!

By : admin@nala, 07 November 2025


Tren “Pelari Kalcer” Lagi Naik Daun

Akhir-akhir ini, olahraga lari bukan cuma soal olahraga — tapi jadi bagian dari gaya hidup. Mulai dari outfit matching, komunitas lari pagi di CFD, sampai ikut event besar seperti Jakarta Running Festival 2025, semua terasa seru banget. 

Banyak orang mulai ikut lari karena pengaruh tren atau teman, dan gak sedikit yang akhirnya ketagihan ikut race 5K, 10K, bahkan marathon.

Tapi pernah gak sih kamu ngerasa, ada yang “aneh”?
Ada teman yang larinya santai tapi bisa tahan jarak jauh, sementara kamu udah ngos-ngosan di kilometer ke-5 — atau sebaliknya, kamu gampang banget sprint cepat tapi gak tahan jarak panjang.


Nah, ternyata bukan cuma soal latihan atau niat… DNA kamu juga ikut berperan.

Gen Bisa Menentukan Kamu Lebih Cocok Sprint atau Marathon

Secara genetik, tiap orang punya “setting” tubuh yang berbeda — termasuk soal tipe serat otot. Ada yang dominan otot cepat (fast-twitch), ada yang dominan otot lambat (slow-twitch).
Dan perbedaan ini sangat dipengaruhi oleh gen ACTN3, yang mengkode protein α-actinin-3, salah satu komponen penting di serat otot tipe II (fast-twitch).

Gen ini punya tiga variasi utama:
1️⃣ RR (aktif) – tubuh menghasilkan banyak α-actinin-3 → cocok untuk olahraga eksplosif seperti lari sprint, angkat beban, atau HIIT.
2️⃣ RX (campuran) – punya keseimbangan antara tenaga cepat dan daya tahan → cocok untuk olahraga kombinasi seperti crossfit atau sepak bola.
3️⃣ XX (non-aktif) – tidak menghasilkan α-actinin-3 → otot cenderung bertahan lama dibanding meledak cepat → lebih unggul di olahraga daya tahan seperti marathon atau triathlon.

Jadi, kalau kamu sering merasa latihan sprint berat banget tapi kuat kalau lari jarak jauh — bisa jadi gen kamu memang “marathoner material”.

Sprint vs Marathon: Dua Dunia yang Sama Sekaligus Berbeda

Perbedaan genetik ini memengaruhi bagaimana tubuh menghasilkan energi dan bereaksi terhadap latihan:

  • Sprinter mengandalkan energi cepat dari glikogen dan otot fast-twitch → tenaga besar, waktu singkat.
  • Marathoner mengandalkan oksidasi lemak dan otot slow-twitch → stabil, tapi tahan lama.

Mengetahui tipe gen kamu bisa bantu menentukan strategi latihan, jenis nutrisi, sampai tempo pemulihan.

LifeReady™ 2.0: Saatnya Dengar Apa Kata Tubuhmu

Lewat upgrade terbaru, LifeReady™ 2.0 dari NalaGenetics kini menghadirkan insight baru untuk kamu yang aktif berolahraga.


Tes ini membantu kamu memahami profil otot, daya tahan, hingga risiko cedera berdasarkan DNA — termasuk melihat variasi gen ACTN3 yang menentukan apakah kamu lebih cocok menjadi sprinter, hybrid, atau endurance athlete.

Hasil tesnya bisa bantu kamu untuk:

  • Menentukan jenis latihan yang paling optimal
  • Menyesuaikan intensitas dan pola recovery
  • Mengurangi risiko overtraining dan cedera

👉 Cek lebih dalam tentang LifeReady™ di sini
👉 Atau langsung chat tim kami via WhatsApp untuk konsultasi lebih lanjut.


Bergabunglah dengan Kami

Kami lebih dari sekadar perusahaan: kami adalah gerakan menuju masa depan yang lebih sehat dan lebih terinformasi. Ikuti cerita kami, berlangganan newsletter kami, dan jadi bagian dari keluarga NalaGenetics. Bergabunglah dengan kami dalam perjalanan transformasi ini.

Hubungi Kami

Punya pertanyaan? Ingin tahu lebih banyak? Hubungi kami di 

Kami hadir di sini untuk keluarga Anda. Dalam setiap langkah perjalanan.